TEHERAN, iNews.id - Iran memiliki menteri pertahanan (menhan) baru di tengah gejolak konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Parlemen Iran menyetujui Mehrdad Akhlaqi Ketabchi sebagai menhan baru negara itu, Minggu (18/10/2026).
Akhlaqi mendapat 237 dukungan suara dan 15 menentang, tanpa abstain, dari total 277 suara yang diberikan selama voting di parlemen yang digelar melalui konferensi video.
Akhlaqi menggantikan Aziz Nasirzadeh yang tewas akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari. Sejak itu, Majid Ebn Al Reza menjabat sebagai menhan sementara.
Dalam pernyataan pertamanya, Akhlaqi mengatakan Iran telah mempersiapkan langkah-langkah menghadapi kemungkinan penggunaan bom GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb, dikenal sebagai "Ibu dari Semua Bom", oleh AS.
“Kami telah melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menangkal tindakan tersebut dan terus melanjutkan tugas kami dengan penuh percaya diri,” katanya, kepada wartawan, seperti dikutip dari Anadolu, Senin (19/10/2026).