TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan sudah kenyang dikhianati oleh Amerika Serikat (AS) dan tidak akan lagi mudah percaya dalam setiap upaya perundingan damai.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan menegaskan pengalaman pahit selama 2 tahun terakhir menjadi bukti bahwa Washington bukan mitra yang bisa diandalkan.
Menurut Pezeshkian, perundingan Iran-AS pada 2025 dan 2026 berulang kali berujung pengkhianatan. Dia menyebut ketidakpercayaan historis terhadap AS semakin dalam, diperparah oleh sikap pejabat Negeri Paman Sam yang dinilai kontradiktif dan tidak konstruktif.
“Rakyat Iran tidak akan tunduk terhadap kekerasan. Menghormati komitmen adalah dasar dari dialog yang bermakna,” ujar Pezeshkian, dalam pernyataannya di media sosial X, dikutip Kamis (23/4/2026).
Pernyataan keras itu muncul di tengah ketidakpastian perundingan damai putaran kedua antara Iran dan AS. Teheran menegaskan enggan kembali ke meja perundingan selama Washington masih memblokade kapal-kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran, termasuk di Selat Hormuz.