Iran Tawarkan Diri Jadi Juru Damai, Yaman Sentil Teheran: Anda Pemicu Perang!

Anton Suhartono
Pemerintah Yaman menolak tawaran Iran untuk menjadi mediator konflik dengan kelompok Houthi yang didukung Teheran (Foto: AP)

ADEN, iNews.id - Pemerintah Yaman menolak tawaran Iran untuk menjadi mediator konflik dengan kelompok Houthi yang didukung Teheran. Menteri Luar Negeri (Menlu) Yaman Afrah Al Zouba justru menuding Iran sebagai pihak yang memicu perang di negaranya dengan mempersenjatai dan membiayai milisi Houthi.

Penolakan itu muncul setelah Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan negaranya siap membantu mengakhiri konflik Yaman jika diminta. Araghchi menyampaikan tawaran tersebut kepada Menlu Mesir Badr Abdelatty di sela-sela KTT Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Baghdad, Irak.

Al Zouba menilai Iran tidak memiliki kredibilitas untuk menjadi penengah dalam konflik yang menurutnya turut dipicu oleh dukungan Teheran terhadap Houthi. Dia juga menuduh Iran memanfaatkan Yaman sebagai alat tawar-menawar dalam persaingan dan konflik di kawasan.

Dalam pernyataan di akun media sosial X bertajuk “Rezim Teheran adalah Pihak dalam Perang terhadap Rakyat Yaman, Bukan Mediator”, Al Zouba mempertanyakan maksud tawaran mediasi Iran.

“Ketika menteri luar negeri Iran dan para pejabatnya menawarkan 'mediasi' di Yaman, mereka menawarkan mediasi atas perang yang dipicu oleh kudeta milisi teroris Houthi dengan dukungan rezim mereka,” kata Al Zouba, seperti dilaporkan Anadolu, Rabu (21/10/2026).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 menit lalu

Ancam Putus 7 Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz, Iran: Target Baru!

41 menit lalu

Bertambah, Korban Tewas Serangan Houthi ke Pelatihan Pasukan Keamanan Yaman Jadi 73 Orang

4 jam lalu

Gawat! Iran Ancam Potong 7 Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz

20 jam lalu

Kedubes AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah, Perang Saudi-Houthi Bakal Meluas Cepat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal