"Dewan Keamanan Nasional Tertinggi tidak akan mundur dari tuntutan-tuntutan ini, baik dalam situasi perang maupun perundingan," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (9/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kebuntuan perundingan mengenai masa depan pelayaran melalui Selat Hormuz.
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, mengakhiri perang sejak 28 Februari. Namun pelaksanaannya terhenti pada 7 Juli karena kedua pihak saling melontarkan tuduhan pelanggaran terhadap ketentuan kesepakatan tersebut, terutama terkait Selat Hormuz.