TEHERAN, iNews.id - Iran tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) dalam keadaan apa pun. Hal itu, kata seorang pejabat, lantaran AS tidak menghormati hak-hak republik Islam tersebut.
"Kami sudah mengatakan dengan jelas, selama hak-hak bangsa kami tidak terpenuhi, selama kata-kata tidak berubah menjadi tindakan, jalan kami akan tetap sama seperti sekarang," kata Keyvan Khosravi, juru bicara National Supreme Dewan Keamanan, seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA, Kamis (23/5/2019).
"Tidak akan ada pembicaraan dalam situasi apa pun," tegasnya.
Khosravi mengatakan, ada peningkatan dalam jumlah delegasi resmi yang melakukan perjalanan ke Iran dari berbagai ibu kota. Namun dia menyebut kebanyakan dari mereka datang atas nama AS.
"Tanpa kecuali kami menanggapi dengan pesan kekuatan, alasan dan perlawanan bangsa Iran, sejalan dengan kebijakan kami," kata dia, menambahkan.
Menteri Luar Negeri Oman Yusef Bin Alavi tiba di Teheran, Senin (20/5), diikuti oleh Direktur Politik Kementerian Luar Negeri Jerman Jens Plotner pada Kamis (23/5).