Oman memainkan peran penting dalam menyatukan negosiator Iran dan AS untuk pembicaraan awal yang akhirnya mengarah pada kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan negara-negara besar termasuk Amerika Serikat.
Namun, pada Mei 2018, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksi yang sudah dicabut sebagai imbalan karena Iran meningkatkan kembali program nuklirnya.
Dengan ketegangan yang makin memuncak antara kedua belah pihak, situasi kian memanas peningkatan setelah AS mencap Pengawal Garda Revolusi Iran sebagai "organisasi teroris asing".
AS juga mengerahkan kelompok kapal induk dan pengebom B-52 ke Timur Tengah atas dugaan "ancaman" Iran.