Kepala negosiator Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan, tidak akan ada infrastruktur yang aman di kawasan jika Iran sendiri tidak memperoleh jaminan keamanan.
"Di kawasan, di mana kita tidak bisa menjual minyak, tidak ada orang lain yang bisa menjual minyak; atau jika keamanan kita tidak terjamin, tidak ada infrastruktur yang tetap aman," kata pria yang juga menjabat ketua parlemen Iran itu.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika negosiasi AS-Iran masih berlangsung di New York. Ancaman itu memperlihatkan kerasnya posisi Teheran di tengah upaya diplomatik untuk mencari jalan keluar terkait Selat Hormuz.
Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam pembicaraan karena jalur tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dunia. Setiap perkembangan mengenai akses pelayaran di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada arus perdagangan energi.
Kini, perhatian tertuju pada respons AS terhadap proposal Iran. Jawaban Washington akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan perkembangan pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.