TEHERAN, iNews.id - Iran mengungkap perkiraan awal kerugian akibat perang yang berlangsung sejak 28 Februari hingga gencatan senjata 7 April 2026. Berdasarkan penghitungan sementara nilai kerugian akibat serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) mencapai 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.624,3 triliun.
Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan, angka tersebut masih bersifat sementara, angka tersebut masih mungkin meningkat karena penghitungan yang masih berlangsung.
Dalam wawancara dengan kantor berita Rusia RIA Novosti, Mohajerani mengatakan isu soal ganti rugi juga disampaikan Iran dalam perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) di Pakistan pada akhir pekan lalu.
“Salah satu isu yang sedang diupayakan oleh tim negosiasi kami dan juga diupayakan dalam pembicaraan di Islamabad adalah masalah ganti rugi perang. Kerugian biasanya harus diperiksa dalam beberapa lapisan," katanya, dikutip Selasa (14/4/2026).
Iran memnasukkan ganti-rugi perang dalam salah satu dari 10 tuntutan kepada AS untuk mengakhiri konflik.