Talaei-Nik mengatakan Iran telah melengkapi militernya dengan teknologi rudal dan drone lebih canggih, serta sistem pertahanan udara, laut, dan darat yang telah di-upgrade.
Kapasitas produksi Iran untuk senjata, peralatan pertahanan, dan amunisi telah ditingkatkan 2,5 kali lipat dibandingkan tingkat sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari.
"Produksi beberapa jenis senjata telah meningkat lebih dari 3 kali lipat," ujarnya.
Lebih dari 1.000 sistem, senjata, peralatan, dan amunisi berada dalam cakupan kapasitas produksi Kementerian Pertahanan dan jaringan mitranya.
Di masa perang ini, lanjut Talaei-Nik, kerja sama pertahanan dengan Rusia dan China tidak berhenti ataupun menurun meski ada perkembangan terkini. Kerja sama strategis dengan Moskow dan Beijing tetap aktif berdasarkan perjanjian yang berlaku.
Selain itu diplomasi pertahanan dan konsultasi dengan kedua negara tersebut telah meningkat di beberapa bidang, tanpa memberikan penjelasan rinci.