Badan militer Israel yang bertanggung jawab atas urusan sipil di Tepi Barat, COGAT, mengambil langkah-langkah untuk menyetujui pembangunan sejumlah unit pemukim baru di Hebron Tengah pada 2017.
Peace Now dan pemerintah Kota Hebron menentang proyek itu di pengadilan. Pada 2018, Pemerintah Israel mengalokasikan lebih dari 21 juta shekel (setara Rp91,17 miliar) untuk proyek tersebut.
Pengadilan Distrik Yerusalem telah memberi tahu Israel bahwa proyek tersebut tidak dapat dilanjutkan sampai gugatan hukum diselesaikan. Adapun sidang tersebut baru akan diselenggarakan pada 31 Januari 2021, kata Peace Now.
Akan tetapi, otoritas Israel mengatakan kepada pengadilan pada Minggu (25/10/2020) kemarin bahwa mereka tetap akan mengeluarkan izin dalam waktu sepekan.
“Negara (Israel) itu dengan cepat mengeluarkan izin bangunan meskipun pengadilan secara eksplisit memutuskan bahwa pekerjaan tidak boleh dimulai sampai sidang berlangsung,” demikian pernyataan Peace Now, dikutip AFP, Selasa (27/10/2020).