Israel Harus Disalahkan atas Terhentinya Upaya Gencatan Senjata di Lebanon

Ahmad Islamy Jamil
Israel layak disalahkan atas terhentinya upaya gencatan senjata di Lebanon (ilustrasi). (Foto: AP)

Amerika Serikat, Prancis, dan sekutu lainnya menyerukan penghentian perang di Lebanon selama 21 hari. Seruan itu muncul setelah Presiden AS Joe Biden dan Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu di sela-sela Majelis Umum PBB di New York.

Menurut kedua pemimpin Barat itu, situasi di Lebanon kini tidak dapat ditoleransi lagi. "Dan tidak menguntungkan siapa pun, baik rakyat Israel maupun rakyat Lebanon," kata mereka dalam pernyataan bersama.

Ironisnya, Israel mengumumkan bahwa pihaknya telah mengamankan paket bantuan militer baru senilai 8,7 miliar dolar AS dari Amerika Serikat untuk mendukung zionis dalam konflik yang tengah berlangsung di Timur Tengah. Hal itu memperlihatkan sikap munafik AS dan keengganan Washington DC untuk menggunakan bantuan militernya sebagai daya ungkit untuk gencatan senjata di Timur Tengah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Prabowo dan Presiden Mesir Kecam Permukiman Ilegal Israel di Palestina

2 hari lalu

Profil Andrea Bocelli Penyanyi Dikabarkan Pendukung Israel yang Buta Total sejak Usia 12 Tahun

2 hari lalu

Andrea Bocelli Pendukung Israel? Faktanya Mengejutkan!

2 hari lalu

MUI Soroti Rekam Jejak Andrea Bocelli Dukung Israel, Desak Konser Dibatalkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal