Bulan lalu, Israel melancarkan serangan ke Kota Gaza, pusat kota utama, dan pasukannya kini hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat kota. Pada Sabtu (6/9/2025) malam, serangan udara menewaskan 14 orang di seluruh kota, menurut pejabat kesehatan setempat, termasuk serangan udara terhadap sebuah sekolah di selatan Kota Gaza yang menampung warga Palestina yang mengungsi.
"Pasukan Israel akan terus beroperasi melawan organisasi teroris di Jalur Gaza untuk menghilangkan ancaman apa pun terhadap warga sipil Israel," ucap seorang juru bicara militer.
Militer Israel menggempur Kota Gaza selama akhir pekan, menghancurkan dua gedung tinggi yang menjadi tempat berlindung warga Palestina yang terusir. Militer mengatakan, gedung-gedung tersebut digunakan oleh Hamas dan warga sipil telah diperingatkan sebelumnya.
Israel belum memberikan bukti apa pun yang menunjukkan Hamas menggunakan gedung-gedung tersebut, sebuah tuduhan yang dibantah oleh kelompok militan tersebut.
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bulan lalu memerintahkan militer untuk merebut Kota Gaza. Para pejabat Israel mengakui bahwa kelaparan memang ada di Gaza, tetapi membantah wilayah tersebut sedang menghadapi kelaparan.