Disebutkan pula, hasil pemilu ini akan membuat pemerintahan Trump menjadi “lame duck” (pemerintahan yang kehilangan taji), istilah yang merujuk pada sulitnya mengesahkan undang-undang atau mengambil keputusan ketika pihak oposisi menguasai badan legislatif.
Sementara itu surat kabar Hayom menyatakan, kekalahan Trump dalam pemilu akan mengubah lansekap politik di Washington dan menghadirkan tantangan baru bagi Israel.
Menurut surat kabar tersebut, kendali Partai Demokrat atas kedua kamar di Kongres mulai Januari mendatang akan memberi mereka kemampuan untuk menghalangi pengesahan undang-undang, menolak penunjukan pejabat tinggi, serta meluncurkan penyelidikan terhadap pemerintahan Trump.
“Dengan Partai Republik yang mulai menjauhkan diri dari sang presiden, Israel akan menghadapi Kongres yang jauh lebih kritis,” kata Hayom.
Mereka memperingatkan bahwa isu-isu seperti konfrontasi dengan Iran, penerapan sanksi, dan perjanjian regional yang memerlukan persetujuan Kongres dapat menjadi titik gesekan dengan Gedung Putih.