Israel Sahkan UU Kontroversial Lagi, PM Netanyahu Makin Sulit Dijatuhkan

Anton Suhartono
Benjamin Netanyahu (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Parlemen IsraelKnesset yang diisi politisi sayap kanan Yahudi kembali mengamandemen UU yang kontroversial, kali ini terkait jabatan perdana menteri. UU tersebut membatasi syarat seorang PM bisa dicopot. Para pakar hukum khawatir UU itu disetujui untuk melindungi kekuasaan PM Benjamin Netanyahu terkait kasus korupsi yang dihadapinya.

Dalam UU tersebut ada perubahan definisi "ketidakmampuan" seorang PM dalam menjalankan tugasnya. Seorang PM dianggap tidak layak memimpin lagi dan dipaksa untuk mundur, baik jika mereka atau tiga perempat menteri kabinet menyatakan demikian atas atas dasar pertimbangan fisik atau psikologis.

UU tersebut menyempurnakan konstitusi Israel yang memberikan panduan kepada pemerintah dalam menentukan layak atau tidaknya PM terus memimpin. Pada aturan konstitusi tidak dirinci kondisi tersebut.

Votting menunukkan, 61 anggota parlemen Knesset mendukung, melawan 47 yang menolak amandemen. 

Lembaga independen Institut Demokrasi Israel, menyatakan aturan sebelumnya menjadikan Netanyahu rentan dikateogrikan tidak mampu memimpin oleh Jaksa Agung Gali Baharav-Miara. Pasalnya Netanyahu menghadapi tiga kasus di pengadilan. 

Namun UU yang baru tak memasukkan kondisi yang dialami Netanyahu itu sebagai tidak mampu.

Netanyahu menyangkal semua tuduhan terhadapnya dan menganggap bermuatan politis.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Dubes Palestina Terharu Ribuan Rakyat Indonesia Hadiri Aksi Solidaritas di Monas: Kita Satu Bangsa!

5 jam lalu

Bulan Solidaritas Palestina di Monas, Kemenag Tegaskan RI Tak Pernah Ragu Dukung Palestina

9 jam lalu

Pemilu Israel Tanpa Pemenang, Ini yang Akan Terjadi Selanjutnya

9 jam lalu

Pemilu Israel: Eisenkot Berpeluang Gantikan Netanyahu, Ini Syarat Berat yang Harus Dipenuhi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal