Israel Tolak Pasukan Penjaga Perdamaian Turki di Gaza, Kenapa?

Anton Suhartono
Israel menegaskan penolakannya atas kehadiran militer Turki sebagai bagian dari pasukan penjaga perdamaian di Gaza (Foto: AP)

Presiden AS Donald Trump, Presiden Mesir Abdel Fattah Al Sisi, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 13 Oktober lalu menandatangani deklarasi perdamaian Gaza.

Deklarasi yang menandai gencatan senjata antara Israel dan Hamas setelah perang 2 tahun tersebut lahir setelah kedua pihak yang bertikai menyetujui rencana perdamaian Gaza yang diusulkan Trump. 

Setelah gencatan senjata tahap pertama yang ditandai dengan penarikan pasukan Zionis ke garis kuning, pertukaran tahanan, dan masuknya bantuan kemanusiaan, kini memasuki fase berikutnya, di antaranya pengiriman pasukan penjaga perdamaian. Beberapa negara, umumnya negara Muslim yang memiliki hubungan dekat dengan Palestina, menyatakan kesediaan untuk mengirim pasukan, seperti Turki, Qatar, Indonesia, dan Malaysia.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
17 jam lalu

Palestina: Militer Israel Kuasai 80% Wilayah Gaza

20 jam lalu

Israel Akan Dirikan Permukiman Tentara di Gaza, Buka Jalan Kembalikan Pemukim Yahudi

1 hari lalu

Tegas! PM Anwar Ibrahim Akan Usir Semua Warga Israel yang Masuk Malaysia

2 hari lalu

Caplok Tanah Palestina, Israel Bangun 34 Permukiman Baru Rogoh Rp7,8 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal