Israel Tolak Penyelidik PBB Periksa Warga Korban Serangan Hamas, Ada Apa?

Anton Suhartono
Komisi PBB menyebut Israel menghalangi penyelidikan atas tuduhan pelanggaran HAM internasional dalam serangan Hamas pada 7 Oktober (Foto: Reuters)

JENEWA, iNews.id - Komisi PBB menyebut Israel menghalangi penyelidikan atas tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) internasional dalam serangan Hamas pada 7 Oktober. Tim yang dibentuk PBB untuk menyelidiki tuduhan pelanggaran HAM itu dilarang meminta bukti dan keterangan dari warga Israel korban serangan Hamas.

“Sejauh menyangkut pemerintah Israel, kami tidak hanya melihat kurangnya kerja sama, tapi juga hambatan aktif terhadap upaya untuk mendapatkan bukti dari saksi dan korban warga Israel atas peristiwa yang terjadi di Israel selatan,” kata Chris Sidoti, salah satu anggota komisi penyelidikan, dikutip dari Reuters, Selasa (16/4/2024).

“Kami melakukan komunikasi dengan banyak orang, tapi kami ingin berkomunikasi dengan lebih banyak orang lagi,” ujarnya, menjelaskan alasan pentingnya menjangkau warga Israel.

Sidoti mendesak pemerintah Israel serta para korban dan saksi untuk membantu komisi melakukan tugasnya. Hasil penyelidikan sangat penting untuk menentukan siapa yang bersalah.

Sementara itu misi diplomatik Israel di Jenewa, Swiss, berdalih mereka sudah melakukan penyelidikan sendiri atas serangan tersebut. Selain itu perwakilan PBB dan lembaga-lembaga internasional lain telah berkunjung ke Israel dan bertemu dengan para korban.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

JK Respons Dewan Perdamaian Bentukan Trump: Terpenting Hentikan Perang di Gaza

Internasional
4 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Internasional
1 hari lalu

Israel Akhirnya Buka Perbatasan Rafah Gaza-Mesir, tapi...

Nasional
2 hari lalu

Indonesia Kutuk Keras Serangan Israel ke Gaza: Langgar Gencatan Senjata!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal