Banner NATO terpampang di depan markas besarnya di Brussels, Belgia (ilustrasi). (Foto: Reuters)
Ahmad Islamy Jamil

ROMA, iNews.id – Italia menentang intervensi NATO di Ukraina. Sebab, hal itu dikhawatirkan dapat memicu konflik yang berubah menjadi Perang Dunia Ketiga. 

“Kami akan menentang intervensi militer oleh NATO dalam perang di Ukraina, karena ini akan mengarah pada perang dunia militer,” kata Menteri Luar Negeri Italia, Luigi di Maio, Sabtu (9/4/2022), seperti dikutip TGCom24.

Diplomat top Italia itu pun menggambarkan kebuntuan yang sedang berlangsung antara Rusia dan Barat atas Ukraina saat ini sebagai perang dunia. Akan tetapi, perang yang dia maksudkan di sini bukan dari sudut pandang militer, melainkan secara politik.

Sementara itu, NATO menyatakan bakal meningkatkan kekuatan militernya di sisi timur Eropa. Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan, langkah itu sebagai bagian dari pengaturan ulang aliansi yang mendasar.

Menurut laporan media, para komandan militer NATO sedang mengembangkan opsi untuk pengaturan ulang dan kehadiran tentara aliansi mereka di negara-negara seperti Estonia, Latvia, Lithuania, dan Polandia. Hal itu diharapkan dapat diubah menjadi “kekuatan utama” yang akan mampu mengusir invasi potensial.

“Apa yang kita lihat sekarang adalah kenyataan baru, situasi normal baru bagi keamanan Eropa,” kata Stoltenberg dalam wawancara dengan The Telegraph, Sabtu (9/4/2022). 

Dia mengatakan, para pemimpin NATO dijadwalkan untuk membuat keputusan tentang pengaturan ulang aliansi dan adaptasi jangka panjang NATO dalam KTT yang digelar di Madrid, Spanyol, pada Juni nanti. Menurut Stoltenberg, konsep strategis NATO untuk pertama kalinya akan diarahkan untuk mengatasi “ancaman” dari China, di tengah kerja sama antara Beijing dan Rusia yang terjalin makin erat.

Pada Kamis (7/4/2022) lalu, dalam konferensi pers di Burssels, Belgia, Stoltenberg mengungkapkan bahwa konsep strategis NATO  yang akan dirampungkan untuk KTT Madrid, juga harus memperhitungkan bagaimana pengaruh China yang tumbuh. “Serta bagaiman kebijakan-kebijakan koersifnya (Beijing) memengaruhi keamanan kita,” ucapnya.

Konsep strategis adalah dokumen fundamental NATO yang menguraikan tantangan keamanan utama aliansi militer tersebut. Dokumen itu berguna dalam memandu perkembangan politik dan militer pakta pertahanan tersebut. 

Konsep strategis NATO terakhir kali disetujui pada 2010 dan belum pernah ditinjau kembali sejak itu.



Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT