Jasad Singa Berusia 28.000 Tahun Ditemukan di Siberia, Bentuknya Masih Utuh

Ahmad Islamy Jamil
Sparta, anak singa gua yang ditemukan terawetkan di pedalaman Siberia, Rusia. (Foto: Twitter)

“Mengingat keadaan jasadnya yang lestari, mereka pasti terkubur dengan sangat cepat. Jadi, mungkin mereka mati akibat tanah longsor, atau jatuh ke dalam celah di lapisan es. Permafrost membentuk retakan besar karena pencairan dan pembekuan musiman,” kata Dalen.

Menurut penelitian, corak umum bulu anak singa itu mirip dengan anak singa Afrika. Namun, kedua singa itu menunjukkan beberapa perbedaan pada warna bulu mereka. Boris memiliki bulu kuning keabu-abuan sementara bulu Sparta keabu-abuan hingga coklat muda.

“Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa warna terang mendominasi seiring bertambahnya usia pada singa gua dan adaptif untuk lanskap yang tertutup salju di utara,” ungkap penelitian tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Beri Keringanan Sanksi Energi Rusia

3 hari lalu

Putin Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke Prabowo, Doakan Sehat dan Sukses

4 hari lalu

Heboh Kabar Istana Rayakan Ultah Prabowo Bareng Wakil PM Rusia, Bakom Buka Suara

5 hari lalu

Gempa Besar M7,2 Guncang Kamchatka Rusia, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal