Jasad Singa Berusia 28.000 Tahun Ditemukan di Siberia, Bentuknya Masih Utuh
Baik Sparta maupun Boris, diperkirakan berusia sekitar satu hingga dua bulan sebelum mati, menurut temuan penelitian yang diterbitkan di Quaternary.
Singa gua adalah jenis kucing besar yang sudah punah. Di masa lampau, satwa itu biasanya berkeliaran di belahan bumi utara alias Arktik.
Hasil pemindaian yang dilakukan pada Sparta menunjukkan ada kerusakan tengkorak dan rangka, serta dislokasi pada tulang rusuknya. Namun, apa penyebab Sparta dan Boris mati, masih belum diketahui.
“Mengingat keadaan jasadnya yang lestari, mereka pasti terkubur dengan sangat cepat. Jadi, mungkin mereka mati akibat tanah longsor, atau jatuh ke dalam celah di lapisan es. Permafrost membentuk retakan besar karena pencairan dan pembekuan musiman,” kata Dalen.
Menurut penelitian, corak umum bulu anak singa itu mirip dengan anak singa Afrika. Namun, kedua singa itu menunjukkan beberapa perbedaan pada warna bulu mereka. Boris memiliki bulu kuning keabu-abuan sementara bulu Sparta keabu-abuan hingga coklat muda.
“Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa warna terang mendominasi seiring bertambahnya usia pada singa gua dan adaptif untuk lanskap yang tertutup salju di utara,” ungkap penelitian tersebut.
Editor: Ahmad Islamy Jamil