Jenderal Min Aung Hlaing Janjikan Pemilu Myanmar yang Demokratis Pascakudeta

Anton Suhartono
Min Aung Hlaing (Foto: MRTV via Reuters)

"Kami akan mengadakan pemilu multipartai dan kami akan menyerahkan kekuasaan kepada yang menang dalam pemilu itu, sesuai aturan demokrasi," ujarnya, dikutip dari Reuters, Selasa (9/2/2021).

Sementara itu unjuk rasa besar-besaran kembali berlangsung pada Senin di penjuru negeri. Di Ibu Kota Naypyitaw, massa meneriakkan slogan-slogan anti-kudeta dan mengatakan kepada polisi bahwa mereka harus melayani rakyat bukan militer.

Polisi merespons dengan menembakkan water cannon ke pengunjuk rasa. Petugas juga mengancam akan menembak demonstran jika tidak bubar, meski demikian unjuk rasa berakhir tanpa pertumpahan darah.

Pegawai negeri sipil, dokter, dan guru, ikut mendukung seruan pembangkangan sipil dan pemogokan.

"Kami meminta staf pemerintah dari semua departemen untuk tidak bekerja mulai Senin," kata aktivis Min Ko Naing, seorang veteran demonstrasi 1988.

Kedutaan Besar Amerika Serikat mendapat laporan pemerintah memberlakukan jam malam di Yangon dan Mandalay mulai pukul 20.00 sampai 04.00 waktu setempat.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
27 hari lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

28 hari lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

28 hari lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

28 hari lalu

Napi Narkoba Kabur dari Rutan Lampung sejak 2024, Akhirnya Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal