BEIJING, iNews.id – AS diperkirakan bakal terus berusaha menekan China agar tak mendukung Rusia dalam masalah krisis di Ukraina. Namun, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menegaskan, Beijing berada akan tetap dalam posisi independen dalam menyikapi konflik tersebut.
“Terkait masalah Ukraina, China selalu membuat penilaian independen berdasarkan kasus ini secara objektif dan adil,” Juru Bicara Kemlu China, Zhao Lijian, kepada wartawan, seperti dikutip kantor berita Sputnik, Jumat (18/3/2022).
Dia mengatakan, beberapa pihak di AS terus menyebarkan informasi palsu, fitnah, dan menekan China. Zhao menyatakan, perilaku semacam itu sangatlah tidak bertanggung jawab dan tidak akan membantu menyelesaikan krisis di Ukraina.
Sebelumnya, Amerika Serikat mengancam bakal mengambil tindakan jika China mendukung Rusia. Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, pada Kamis (17/3/2022) mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden akan menyampaikan kembali ancaman tersebut kepada Presiden China Xi Jinping.
Menurut rencana, kedua kepala negara akan menggelar percakapan lewat telepon pada Jumat (18/3/2022) ini. Menurut Blinken, dalam kesempatan itu Biden akan mengingatkan Xi bahwa Beijing bakal menghadapi konsekuensi untuk mendukung operasi Rusia di Ukraina.