Joe Biden Tunjuk Putra Yahudi asal Mesir Jadi Utusan AS untuk Iran

Djairan
Presiden AS Joe Biden. (Foto: Reuters)

Saat nama Malley pertama kali muncul sebagai kandidat utama jabatan itu, dia menuai kritik dari sejumlah anggota parlemen Partai Republik dan kelompok pro-Israel. Mereka khawatir Malley akan bersikap lunak terhadap Iran dan keras terhadap Israel.

Itu karena Malley sempat mundur sebagai penasihat tim kampanye Obama di 2008 setelah ketahuan bertemu dengan perwakilan dari kelompok militan Palestina Hamas saat bekerja di International Crisis Group, sebelum akhirnya kembali ke pemerintahan Obama.

Saat ini, Malley menjadi orang penting dalam upaya Biden menangani Iran. Terlebih, setelah bertahun-tahun hubungan dengan negeri Persia itu terus memburuk di bawah kendali Trump, terutama sejak AS menarik diri dari kesepakatan nuklir dan menerapkan kembali sanksi ekonomi.

Malley memegang banyak posisi senior di pemerintahan Obama, juga di era mantan Presiden Bill Clinton, dengan fokus pada pembuatan kebijakan untuk Timur Tengah. Baru-baru ini, dia menjabat sebagai presiden di International Crisis Group, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada konflik global.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Iran Mojtaba Dilaporkan Akan Pimpin Doa Bersama untuk Ali Khamenei, Muncul ke Publik?

57 tahun lalu

Intelijen Israel Bisiki AS, Iran Ingin Bunuh Trump

57 tahun lalu

Situasi Timur Tengah Terkini: AS Hentikan Serangan ke Iran

57 tahun lalu

Netizen Heboh! Trump Disambut Karpet Biru, bukan Merah di Turki

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal