Jubir Deplu AS Sebut Israel Berhak Serang Warga Sipil Gaza lalu Diralat

Anton Suhartono
Matthew Miller mengatakan kepada wartawan, Israel berahak menyerang warga sipil di Gaza lalu diralat (Foto: Reuters)

Kemudian, Deplu AS dalam pernyataan kepada Anadolu, menjelaskan bahwa Miller salah bicara. Dia bermaksud menyebut "Hamas" bukan "warga sipil" yang menjadi target. 

Catatan kaki mengenai koreksi tersebut dimasukkan dalam transkrip resmi deplu yang dirilis pada Kamis.

Serangan Israel ke sekolah itu menewaskan sedikitnya 47 orang serta melukai ratusan lainnya. Tak ada peringatan yang diberikan Israel sebelumnya atas serangan brutal tersebut.

"Satu lagi hari mengerikan di Gaza. Sekolah UNRWA lain yang menjadi tempat perlindungan diserang. Kali ini di Nuseirat, di Gaza Tengah, diserang oleh Pasukan Israel tanpa peringatan terlebih dulu kepada para pengungsi atau UNRWA," kata kepala UNRWA, Philippe Lazzarini, di media sosial X.

“Menyerang, menargetkan, atau menggunakan gedung-gedung PBB untuk tujuan militer merupakan tindakan yang secara terang-terangan mengabaikan hukum Humaniter Internasional. Staf, lokasi, dan operasi PBB harus dilindungi setiap saat,” katanya, menegaskan.

Sebanyak 192 staf PBB terbunuh sejak perang 7 Oktober di Gaza, berdasarkan data terbaru UNRWA. Selain itu 186 fasilitas lembaga lainnya telah rusak.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 jam lalu

Trump Melunak! AS Siap Ringankan Sanksi Iran, asal...

2 jam lalu

Netanyahu Diam-Diam Berkunjung ke Uni Emirat Arab Bertemu MBZ, Ada Apa?

16 jam lalu

Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

21 jam lalu

Menteri Radikal Israel Smotrich Kembali Jadi Sorotan, Serukan Perang di Tepi Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal