Jumlah Korban Tewas dalam Perang di Sudan Tembus 185 Orang, 2 Pihak Enggan Negosiasi Damai

Umaya Khusniah
Jumlah korban tewas dalam pertempuran antara tentara dan paramiliter Sudan, RSF, mencapai 185 orang. (Foto: Reuters)

Dua sumber keamanan Mesir mengatakan, Kairo dan Uni Emirat Arab sedang mengerjakan proposal gencatan senjata untuk Sudan. Kairo merupakan pendukung terpenting angkatan bersenjata Sudan, sementara Hemedti menjalin hubungan dengan kekuatan asing termasuk Uni Emirat Arab dan Rusia.

Dalam pidato yang disiarkan oleh televisi pemerintah Mesir pada Senin malam, Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi mengaku melakukan kontak rutin dengan tentara dan RSF. Dia ingin mendorong mereka menerima gencatan senjata dan menhentikan pertumpahan darah rakyat Sudan.

Di bawah rencana transisi yang didukung secara internasional, RSF akan segera bergabung dengan tentara. Pada hari Senin, Burhan mencap RSF sebagai kelompok pemberontak dan memerintahkannya untuk dibubarkan.

Dalam komentarnya kepada Sky News, Burhan mengaku dalam situasi aman di wisma kepresidenan, dalam kompleks kementerian pertahanan. Tentara kemudian mengatakan cakupan operasi keamanan diperluas, yang akan menyebabkan pembatasan pergerakan warga.

Sementara, pemimpin RSF Hemedti yang keberadaannya sejak Sabtu tidak diketahui, menyebut panglima militer itu  sebagai seorang Islam radikal. Dia telah mengebom warga sipil dari udara.

Tentara Sudan berjumlah lebih besar dan memiliki kekuatan udara sementara RSF dikerahkan secara luas di dalam lingkungan Khartoum dan kota-kota lain. Tidak ada faksi yang memiliki keunggulan untuk meraih kemenangan lebih cepat. 

Uni Eropa mengatakan, utusannya untuk Sudan diserang di kediamannya pada hari Senin. Sayang UE tidak memberikan rincian apapun. Gedung Putih mengatakan belum ada rencana untuk evakuasi pemerintah AS.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Ini Respons Dubes Iran soal Rencana Prabowo Jadi Mediator 

Nasional
12 hari lalu

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Pengiriman Pasukan TNI ke Gaza: Tidak Ada Mandat PBB

Nasional
13 hari lalu

Din Syamsuddin: PBB Harus Tindak Tegas AS-Israel gegara Serang Iran

Internet
13 hari lalu

Geger! OpenAI Umumkan Kesepakatan dengan Departemen Perang AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal