Junta Militer Myanmar Buru Puluhan Pesohor yang Tolak Kudeta

Ahmad Islamy Jamil
Kekerasan oleh aparat Myanmar terus berlangsung sejak kudeta militer di negara itu, 1 Februari lalu. (Foto: Reuters)

“Jika saya dihukum karena itu, hati nurani saya bersih. Keyakinan saya tidak akan berubah. Semua orang tahu yang sebenarnya,” ujarnya.

Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), sebuah kelompok aktivis yang memantau korban dan penangkapan oleh aparat Myanmar sejak kudeta 1 Februari, menyebut jumlah korban tewas akibat kekerasan junta militer telah meningkat menjadi 557 orang.

“Orang-orang di seluruh Burma (Myanmar) terus menyerang untuk mengakhiri kediktatoran, untuk demokrasi dan hak asasi manusia,” kata kelompok itu, Minggu (4/4/2021).

AAPP mengungkapkan, sebanyak 2.658 orang ditahan aparat Myanmar, termasuk empat perempuan dan seorang pria yang diwawancarai oleh CNN di jalan-jalan Kota Yangon, pekan lalu.

Seorang juru bicara CNN mengatakan, pihaknya mengetahui laporan penahanan itu setelah kunjungan tim. 

Polisi dan juru bicara junta militer Myanmar tidak menjawab panggilan telepon wartawan saat hendak dimintai komentar terkait informasi itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
20 hari lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

21 hari lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

21 hari lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

21 hari lalu

Napi Narkoba Kabur dari Rutan Lampung sejak 2024, Akhirnya Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal