Junta Militer Myanmar Janji Segera Gelar Pemilu, Siap Bekerja Sama dengan ASEAN

Anton Suhartono
Min Aung Hlaing (Screengrab: MRTV via Reuters)

"Saya menjamin pembentukan serikat berdasarkan demokrasi dan federalisme," katanya.

Sejak kudeta 1 Februari, militer menghadapi demonstrasi serta aksi mogok yang melumpuhkan sektor publik dan swasta. Bukan hanya itu perlawanan bersenjata oleh etnis minoritas di perbatasan semakin menjadi. Militer telah menetapkan mereka sebagai teroris.

"Saat ini, seluruh negara stabil kecuali beberapa serangan teroris," ujarnya.

Kelompok hak sipil Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik menuduh militer temah membunuh 939 orang sejak kudeta dan menangkap sedikitnya 6.990 orang yang dituduh menentang.

Namun militer mengklaim jumlah pengunjuk rasa yang tewas jauh lebih rendah sementara ada pula anggota militer juga tewas dalam kekerasan. Mereka menilai pengerahan pasukan untuk menangani demonstran sudah memenuhi hukum internasional terkait ancaman keamanan nasional.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Markas Judol di Hayam Wuruk Pakai Pola Operasi ala Kamboja dan Myanmar

57 tahun lalu

Dorong Kualitas Keterwakilan Perempuan 30%, Partai Perindo Siap Bersinergi Lahirkan Kebijakan Nasional yang Inklusif

57 tahun lalu

Prabowo: Saya Kalah 4 Kali, Tapi Tak Ganggu Pemimpin

57 tahun lalu

Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal