Jutaan Warga Depresi akibat Perang Gaza, Israel Kekurangan Terapis dan Psikolog

Anton Suhartono
Dua tahun setelah perang Gaza pecah, Israel menghadapi krisis kesehatan mental terbesar dalam sejarah modern negara itu (Foto: Reuters)

Bahkan sebelum perang, sistem kesehatan mental Israel telah berada dalam kondisi kekurangan staf. Setelah perang pecah, kondisi itu berubah menjadi krisis nasional:

  • Waktu tunggu untuk mendapat layanan psikologis kini berbulan-bulan.
  • Terapis dan psikiater tidak mencukupi untuk menangani jutaan kasus baru.
  • Infrastruktur kesehatan mental tak mampu menanggung beban lonjakan pasien.

Para penyintas trauma menegaskan bahwa masalah terbesar justru muncul setelah tentara pulang dari pertempuran—di saat mereka harus menghadapi mimpi buruk, stres pascatrauma, dan kecemasan kronis.

Kecanduan Narkoba Melonjak Tajam

Dampak sosial lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah lonjakan penggunaan dan kecanduan narkoba.

Jika pada 2018 angka kecanduan berada pada satu dari 10 orang, kini melonjak drastis menjadi satu dari empat warga Israel. Para ahli menyebutnya sebagai “lonceng bahaya keras” bagi masa depan sosial negara tersebut.

Hancurnya keluarga, tekanan ekonomi, dan ketakutan berkepanjangan disebut sebagai pemicu meningkatnya angka kecanduan selama perang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Keluarga 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Hilang Kontak Dapat Pendampingan Medis hingga Psikolog 

5 hari lalu

Netanyahu Sebut Iran di Ambang Keruntuhan, Benarkah Kekuasaan Mojtaba Khamenei Goyah?

5 hari lalu

Prancis dan Kanada Ikut Tekan Israel, Netanyahu Siapkan Balasan Diplomatik

7 hari lalu

Nah, Menlu Israel Bantah Negaranya Akan Usir Seluruh Warga Gaza

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal