Berbicara kepada para pendukungnya dari Florida, kandidat dari Partai Liberal (PL) itu secara tegas menolak hasil penghitungan suara resmi yang disahkan oleh Mahkamah Pemilihan Umum (TSE) Brasil.
"Pada Minggu malam, dengan perasaan ngeri, saya menyaksikan kecurangan pemilu terjadi tepat di depan mata saya," katanya, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis (29/10/2026).
Meski mengeklaim adanya manipulasi besar-besaran selama penghitungan suara, Flavio tidak bisa memberikan bukti fisik maupun dokumentasi konkret untuk mendukung pernyataannya.
Kepergiannya menyusul ketegangan dramatis dengan pengadilan tertinggi di Brasília. Pada Senin, Hakim Mahkamah Agung Federal (STF) Alexandre de Moraes memberinya waktu 24 jam untuk menyerahkan paspor, di tengah penyelidikan terkait pencucian uang dan penipuan keuangan yang dikaitkan dengan platform taruhan digital.
Alih-alih mematuhi perintah tersebut, yang kemudian menyebabkan Kepolisian Federal membatalkan paspornya, Flavio menyeberang ke Provinsi Misiones, Argentina, menggunakan kartu identitas nasional, sebelum menaiki pesawat sewaan menuju Miami.
"Saya tidak melarikan diri dari Brasil. Saya pergi demi kepentingan Brasil. Saya meninggalkan situasi yang tidak normal ini agar saya bisa menjadi pemimpin yang layak bagi rakyat saya," ujarnya.
Flavio juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump dan rakyat AS karena telah menyambutnya, setelah Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi akan memberikan visa masuk kepada sang senator beserta keluarga inti.