Kalah dari Azerbaijan, PM Armenia Kini Diteriaki Rakyat 'Nikol Si Pengkhianat'

Ahmad Islamy Jamil
Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinyan. (Foto: AFP)

“Gara-gara dia, tanah air kami, masyarakat kami, telah menerima luka-luka sedemikian rupa sehingga perlu beberapa generasi untuk menyembuhkannya,” katanya.

Pashinyan, yang istri dan putranya berada di garis depan selama konflik di Nagorno-Karabakh, mengatakan bahwa kesepakatan damai adalah satu-satunya pilihan Armenia untuk menjamin kelangsungan hidup Karabakh.

Meskipun daerah kantong etnik Armenia itu kehilangan sebagian besar wilayahnya, masa depannya akan dijamin oleh hampir 2.000 penjaga perdamaian Rusia yang akan dikerahkan untuk mandat lima tahun yang dapat diperbarui.

Pada Rabu (2/12/2020) lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin memuji langkah Pashinyan menyetujui kesepakatan damai dengan Azerbaijan. Menurut Putin, keputusan itu memang dibutuhkan walau “menyakitkan” bagi Armenia.

Pashinyan menegaskan, dia tidak akan mengundurkan diri. Dalam pidato yang disiarkan televisi lokal pada Sabtu kemarin, dia mengatakan bahwa prioritas pemerintahnya adalah mengembalikan tawanan perang Armenia dan jenazah orang-orang yang tewas dalam pertempuran dengan Azerbaijan beberapa waktu lalu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
47 menit lalu

Pesan Tahun Baru, Zelensky Tegaskan Tak Akan Menyerah Lawan Rusia

Internasional
20 jam lalu

Pidato Tahun Baru, Putin Sebut Rusia Akan Menangkan Perang di Ukraina

Internasional
1 hari lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Internasional
1 hari lalu

Rusia Mulai Operasikan Rudal Nuklir Oreshnik, Kirim ke Belarusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal