Partai Liberal yang mengusung Flavio, bagaimanapun, telah menyatakan mengakui kemenangan Lula.
Kepergian Flavio juga mengejutkan sejumlah orang di lingkaran politiknya. Koordinator kampanyenya sebelumnya berharap Flavio tetap berada di Brasil untuk memimpin oposisi terhadap pemerintahan Lula.
Diselidiki dalam Kasus Pencucian Uang
Mahkamah Agung Brasil memerintahkan Flavio menyerahkan paspornya dalam waktu 24 jam sebagai bagian dari penyelidikan dugaan pencucian uang. Hakim Alexandre de Moraes disebut mempertimbangkan risiko Flavio meninggalkan negara tersebut serta kemampuan finansialnya.
Penyelidikan itu juga melibatkan Willer Tomaz, seorang pengacara yang memiliki hubungan pertemanan dengan Flavio. Keduanya membantah melakukan kesalahan.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena Flavio masih menjabat sebagai senator. Kekebalan hukumnya sebagai anggota parlemen dijadwalkan berakhir ketika masa jabatannya di Senat berakhir pada Februari 2027.