Disebutkan, penyerbuan terhadap kapal sipil oleh personel militer AS di laut lepas yang dilanjutkan dengan penyitaan hingga penangkapan para kru, merupakan pelanggaran paling serius terhadap prinsip dan norma dasar hukum maritim internasional, serta kebebasan navigasi.
"Penyerbuan dan penyitaan Marinera oleh militer AS merupakan pelanggaran berat terhadap prinsip-prinsip dasar hukum maritim internasional," demikian isi pernyataan.
Komando Eropa AS (Eucom) berdalih kapal tanker Marinera disita karena memiliki hubungan dengan embargo minyak Venezuela. Kapal tersebut telah dibuntuti selama 2 minggu oleh kapal selam AS. Upaya pencegatan sebelumnya mendapat perlawanan dari para kru, hingga terjadi penyerbuan pada Rabu.