Karena Bela Perempuan, Perusahaan Sabun di Pakistan Dituduh Menista Islam

Nathania Riris Michico
Ilustrasi sabun cuci Ariel.

ISLAMABAD, iNews.id - Bagaimana sulitnya mengkampanyekan hak perempuan di masyarakat patriarkal dan konservatif bisa dilihat di Pakistan. Sebuah perusahaan detergen mendapati diri menjadi sasaran kecaman usai mempertanyakan paradigma bias gender dalam iklan teranyarnya.

Ariel, yang dimiliki oleh perusahaan Amerika Serikat (AS) Proctor & Gamble, menyerukan kepada perempuan agar membebaskan diri dari norma-norma konservatif dan sebaliknya mengejar karier masing-masing. Akibatnya Ariel kini dituduh melecehkan agama Islam.

Dilaporkan AFP, iklan berjudul "Wash the Label" atau kira-kira berarti 'tanggalkan statusmu' itu menampilkan sejumlah perempuan yang mewakili berbagai profesi, termasuk wartawan dan doktor. Dalam video itu mereka terlihat menggeser seprai kotor pada tali jemuran ke samping.

Seprai-seprai itu bertuliskan ungkapan umum yang menyudutkan perempuan, seperti pertanyaan berupa "Apa yang akan orang katakan?"- yang sering kali diungkapkan ketika perempuan berusaha membebaskan diri.

Iklan tersebut berakhir dengan kapten tim nasional Cricket perempuan Pakistan, Bismah Maroof, mengatakan, "Tetaplah berdiam di rumah. Ini bukan hanya kalimat, tetapi noda."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
6 hari lalu

Kemhan Afghanistan Klaim Hancurkan Pangkalan Militer Pakistan

Nasional
6 hari lalu

Afghanistan-Pakistan Perang Terbuka, Kemlu Pastikan Seluruh WNI Aman

Internasional
6 hari lalu

Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan dan Afghanistan, bak Langit dan Bumi

Internasional
6 hari lalu

Memanas! Pasukan Afghanistan Kembali Gempur Pakistan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal