Kekerasan di Afghanistan Masih Tinggi, Ancam Kelanjutan Perjanjian Damai AS dan Taliban

Anton Suhartono
Pentagon desak Taliban berkomitmen dengan perjanjian damai yang diteken pada 2020 di Qatar (Foto: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) tidak yakin dengan prospek perdamaian di Afghanistan, terutama memegang janji kelompok militan Taliban

Pemerintahan Presiden Joe Biden mendesak Taliban berkomitmen dengan perjanjian damai yang diteken pada 2020 untuk mengurangi kekerasan.

Pembunuhan warga sipil di Afghanistan naik menjadi lebih dari 2.900 orang pada 2020, meskipun diplomasi untuk mengakhiri perang sudah berlangsung, termasuk pembicaraan damai Taliban dan AS di Qatar.

Namun Juru Bicara Departemen Pertahanan John Kirby menegaskan, AS tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembicaraan sebagaimana dirintis pemerintahan Donald Trump.

"Tanpa mereka memenuhi komitmen untuk meninggalkan terorisme dan menghentikan serangan terhadap Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan, sangat sulit melihat jalan ke depan untuk menyelesaikan negosiasi, tapi kami masih berkomitmen untuk itu," kata Kirby, dikutip dari Reuters, Kamis (29/1/2021).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
4 jam lalu

Dampak Serang Iran, AS Terpaksa Lepas Stok Minyak 172 Juta Barel

Internasional
8 jam lalu

Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Kecam Serangan Iran ke Negara Arab

Internasional
8 jam lalu

Trump Klaim AS Hanya Butuh Waktu 1 Jam Kalahkan Iran

Internasional
10 jam lalu

Trump Deklarasikan Menang Perang Lawan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal