Kekerasan Memuncak di Suriah, Anak-Anak Minta Pengeboman Diakhiri

Nathania Riris Michico
Anak-anak yang terjebak perang di Suriah. (FOTO: AFP / Delil Souleiman)

JENEWA, iNews.id - Sekitar 3 juta warga sipil di Idlib, Suriah, dan daerah sekitarnya masih terjebak dalam kekerasan; sepertiga dari mereka adalah anak-anak. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan, situasi itu sangat mengerikan bagi semua orang, terutama untuk anak-anak.

Pasukan pemerintah Suriah yang didukung sekutu mereka, Rusia, melancarkan serangan militer yang sengit untuk merebut kembali Idlib, kubu terakhir pemberontak.

Juru bicara OCHA Jens Laerke mengatakan, banyak dari anak-anak yang terjebak kekerasan ini tidak tahu apa-apa selain perang.

"Koordinator bantuan darurat kami, Mark Lowcock, pekan lalu berbicara melalui tautan video dengan sebagian dari mereka, dan mereka memberitahunya bahwa mereka takut, terlantar, dan bahwa mereka serta sekolah mereka dibombardir dan mereka menginginkan pemboman dihentikan," kata Laerke, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu (7/8/2019).

"Jika suara putus asa anak-anak ini memiliki nilai atau bobot, maka melancarkan lebih banyak penembakan, lebih banyak serangan udara, dan lebih banyak kekerasan adalah jawaban yang salah," tegas Laerke.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
29 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

29 hari lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

30 hari lalu

AS Cabut Status Terorisme, Presiden Suriah: Lembaran Baru Dibuka, Noda Hitam Dihapus

30 hari lalu

Akhirnya, AS Cabut Status Suriah sebagai Negara Sponsor Terorisme

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal