Kekerasan Memuncak di Suriah, Anak-Anak Minta Pengeboman Diakhiri

Nathania Riris Michico
Anak-anak yang terjebak perang di Suriah. (FOTO: AFP / Delil Souleiman)

PBB melaporkan, 440.000 orang terlantar di Provinsi Idlib dan sejak akhir April, setidaknya 450 warga sipil -banyak dari mereka adalah anak-anak- tewas. Menurut Laerke, banyak infrastruktur penting seperti sekolah, rumah sakit, pasar, tempat ibadah, dibom dalam periode ini.

Beberapa dari rumah-rumah sakit itu, sebut dia, dibom setelah koordinat yang menunjukkan lokasi fasilitas-fasilitas itu diketahui Rusia dan Suriah.

"Kami telah mengoperasikan mekanisme peredam konflik. Terjadi banyak perdebatan tentang keampuhan mekanisme itu — apakah benar-benar, khususnya, melindungi fasilitas kesehatan. Terus terang, ini adalah pertanyaan terbuka, apakah mekanisme ini harus dan akan berlanjut," imbuhnya.

Laerke mengatakan, PBB berkonsultasi dengan mitra-mitra LSM yang memberi rincian itu kepada pihak-pihak yang bertikai.

Apakah program itu berlanjut atau tidak, dia mencatat bahwa undang-undang kemanusiaan internasional menganggap serangan terhadap fasilitas medis, dengan alasan apa pun, adalah kejahatan perang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
25 hari lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

Internasional
1 bulan lalu

Kaleidoskop 2025: Daftar Negara yang Diserang Israel Sepanjang Tahun Ini

Internasional
1 bulan lalu

Bom Meledak di Masjid saat Salat Jumat, 8 Orang Tewas

Internasional
1 bulan lalu

Pasukan Suriah Tangkap Pemimpin Senior ISIS Taha Al Zoubi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal