Kekerasan Memuncak di Suriah, Anak-Anak Minta Pengeboman Diakhiri

Nathania Riris Michico
Anak-anak yang terjebak perang di Suriah. (FOTO: AFP / Delil Souleiman)

PBB melaporkan, 440.000 orang terlantar di Provinsi Idlib dan sejak akhir April, setidaknya 450 warga sipil -banyak dari mereka adalah anak-anak- tewas. Menurut Laerke, banyak infrastruktur penting seperti sekolah, rumah sakit, pasar, tempat ibadah, dibom dalam periode ini.

Beberapa dari rumah-rumah sakit itu, sebut dia, dibom setelah koordinat yang menunjukkan lokasi fasilitas-fasilitas itu diketahui Rusia dan Suriah.

"Kami telah mengoperasikan mekanisme peredam konflik. Terjadi banyak perdebatan tentang keampuhan mekanisme itu — apakah benar-benar, khususnya, melindungi fasilitas kesehatan. Terus terang, ini adalah pertanyaan terbuka, apakah mekanisme ini harus dan akan berlanjut," imbuhnya.

Laerke mengatakan, PBB berkonsultasi dengan mitra-mitra LSM yang memberi rincian itu kepada pihak-pihak yang bertikai.

Apakah program itu berlanjut atau tidak, dia mencatat bahwa undang-undang kemanusiaan internasional menganggap serangan terhadap fasilitas medis, dengan alasan apa pun, adalah kejahatan perang.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tegas! Erdogan: Israel Ancaman bagi Turki dan Dunia

57 tahun lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

57 tahun lalu

Kaleidoskop 2025: Daftar Negara yang Diserang Israel Sepanjang Tahun Ini

57 tahun lalu

Bom Meledak di Masjid saat Salat Jumat, 8 Orang Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal