Keluarga Aktivis Muslim AS Malcolm X Gugat FBI, CIA dan NYPD Rp1,6 Triliun

Anton Suhartono
Keluarga Almarhum Malcolm X mengajukan gugatan federal senilai 100 juta dolar AS kepada FBI, CIA, dan NYPD (Foto: AP)

Setelah bergabung selama 10 tahun, Malcolm memutuskan hubungan dengan kelompok tersebut yakni pada 1964. Penyebabnya dia menawarkan pemikiran baru yang merevisi pandangan sebelumnya mengenai pemisahan rasial. Pandangan itu membuat marah beberapa anggota Nation of Islam.

Talmadge Hayer, seorang anggota Nation of Islam, dalam sidang usai pembunuhan, mengaku sebagai satu dari tiga pelaku penembakan. Namun spekulasi bahwa pemerintah AS mungkin sudah mengetahui rencana tersebut namun membiarkannya menjadi misteri sampai saat ini.

Malcolm X dibunuh saat bersiap menyampaikan pidato di Audubon Ballroom, New York, pada 21 Februari 1965. Dia sedang bersama ibu dan saudaranya pembunuhan terjadi.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
24 jam lalu

30% Korban Tewas Serangan AS-Israel ke Iran Anak-Anak, Rudal Ditembak dari UEA

Internasional
1 hari lalu

Negara-Negara Teluk Marah ke AS usai Wilayahnya Digempur Drone Iran Tanpa Peringatan

Internasional
1 hari lalu

Baru 100 Jam Serang Iran, Biaya Perang AS sudah Tembus Rp60 Triliun

Nasional
1 hari lalu

Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Prabowo dengan Para Mantan Presiden dan Wapres, Bahas 2 Hal Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal