Kemhan: Pesawat Tempur China 380 Kali Serang Wilayah Taiwan Selama 2020

Ahmad Islamy Jamil
Jet tempur China. (Foto: Dok.)

Menurut dia, jet tempur China sengaja menargetkan ADIZ untuk menguji respons militer Taiwan. “(Serangan-serangan itu) untuk memberikan tekanan pada pertahanan udara kami dan untuk menekan ruang udara untuk kegiatan kami,” ucap Shih Shun Wen.

Data dari Kemhan Taiwan itu muncul ketika Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Nasional—yang berafiliasi dengan militer—memperingatkan dalam laporan tahunannya tentang aktivitas Tentara Pembebasan Rakyat China. Menurut laporan itu, ancaman militer China sepanjang 2020 adalah yang tertinggi sejak krisis rudal pada 1996 di Selat Taiwan.

Pada waktu itu, Beijing menembakkan rudal ke selat itu dalam upaya untuk menghalangi para pemilih Taiwan berpartisipasi dalam pemilu presiden (pilpres) pertama di negara pulau itu. Manuver China ketika itu mendorong Amerika Serikat untuk mengirimkan sejumlah kapal perang ke daerah tersebut.

Jeremy Hung, salah satu penulis laporan itu, mengatakan, jet-jet tempur China terbang lebih dekat ke Taiwan dan sering masuk ke zona pertahanan negara itu setidaknya dalam 110 hari pada 2020. Dibandingkan dengan enam misi pelatihan jarak jauh di sekitar Taiwan pada 2016 dan 20 misi pada tahun 2017, aktivitas militer China di kawasan itu meningkat sangat signifikan sepanjang tahun lalu.

Jet-jet China juga melintasi daerah yang disebut “garis tengah” Selat Taiwan saat berlangsungnya dua kunjungan tingkat tinggi oleh pejabat AS ke Taipei pada tahun laly. Garis tengah itu secara tidak resmi menjadi batas pemisah wilayah Taiwan dengan wilayah China daratan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
2 hari lalu

China Bantah Mata-matai Bos Nvidia Jensen Huang: Tuduhan Tak Berdasar!

3 hari lalu

Candaan Kylian Mbappe Bikin Real Madrid Minta Maaf, Sponsor Putus Kontrak dan Liga Spanyol Distop di China

4 hari lalu

Kylian Mbappe Minta Maaf Sebut Mao Zedong Diktator, Ini Komentar China

4 hari lalu

3 WNA Jadi Tersangka Bentrok dengan Warga di Morowali, Pengamat: Investor-Pekerja Asal China Terlalu Diistimewakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal