Pemimpin Gereja Katolik Roma tersebut dalam beberapa pekan terakhir memperkeras pernyataannya terhadap Israel. Pada akhir November, dia mengungkapkan rasa ironisnya bahwa kesombongan penjajah Israel menang atas dialog di Palestina. Sikap yang sangat lugas di tengah tradisi pernyataan netral yang biasa disampaikan Takhta Suci Vatikan.
Selain itu, dalam kutipan buku yang akan rilis awal 2025, dia menyerukan penyelidikan mengenai apakah kondisi di Gaza sudah sesuai dengan definisi genosida atau tidak. Pernyataan itu mengundang kemarahan Israel.
Takhta Suci Vatikan mengakui kemerdekaan Palestina sejak 2013 serta mendukung solusi dua negara.