Kisah Aktivis Global Sumud Flotilla Anggota Parlemen Eropa Dianiaya Polisi Israel

Anton Suhartono
Perlakuan kasar dialami Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina, selama penahanannya di penjara Israel (Foto: GSF via AP)

ATHENA, iNews.id - Gelombang kemarahan atas perlakuan Israel terhadap peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) terus bergema. Di antara ratusan aktivis yang dideportasi dari Tel Aviv, terdapat kisah memilukan yang menyoroti tindakan keras aparat Israel terhadap para pembela kemanusiaan, termasuk seorang anggota Parlemen Eropa, Rima Hassan, dan aktivis lingkungan asal Swedia Greta Thunberg.

Ratusan aktivis yang ditahan sejak pekan lalu akhirnya dipulangkan ke negara masing-masing. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel pada Senin (6/10/2025) mengumumkan telah mendeportasi 171 orang, menjadikan total 341 aktivis dari lebih 470 peserta GSF yang telah dibebaskan.

Setibanya di Bandara Athena, Yunani, suasana haru bercampur kemarahan menyelimuti penyambutan para aktivis. Kerumunan warga dan simpatisan Palestina membentangkan bendera raksasa Palestina dan meneriakkan slogan “Palestina Merdeka!” serta “Hidup Flotilla!”

Anggota Parlemen Eropa Dipukuli Polisi Israel

Perlakuan keras dialami Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa keturunan Prancis-Palestina. Dalam wawancara kepada AFP di Athena, Hassan mengungkapkan dirinya dipukul oleh dua polisi Israel.

“Saya dipukuli oleh dua petugas kepolisian saat mereka memasukkan saya ke dalam van,” ujarnya, kepada wartawan.

Hassan dan rekan-rekannya ditahan dalam kelompok kecil berisi sekitar 15 orang per sel, di bawah pengawasan ketat aparat keamanan Israel. 

Dia menggambarkan kondisi penahanan itu sebagai penyiksaan yang disengaja untuk melemahkan moral para aktivis.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Israel Tutup Masjid Al Aqsa Hampir 2 Minggu, Ini Peringatan Keras Hamas

Nasional
11 jam lalu

Indonesia, Saudi hingga Turki Kutuk Keras Ulah Israel Tutup Masjid Al Aqsa

Internasional
13 jam lalu

Gubernur California Kritik Keras Netanyahu, Sebut Israel Negara Apartheid

Internasional
18 jam lalu

Tolak Gencatan Senjata, Iran: Kami Ingin Beri Pelajaran kepada AS-Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal