Sejak itu, Kementerian Pertahanan memberikan akses publik hingga 50 hari setiap tahun, termasuk lima hari pada Agustus.
"Kemarin kami sibuk sekali dengan bus, kami kedatangan sekitar 5.000 pengunjung," kata Neil Skelton, penjaga Gereja St. Giles, satu-satunya bangunan asli yang masih utuh di desa kosong itu.
"Mereka mendatangkan paling banyak bus tahun ini, sekitar 28 bus. Kami sempat hampir kewalahan."
Ketua Network Rail, Sir Peter Hendy, yang menjalankan layanan bus, mengatakan Desa Imber adalah tempat paling terpencil untuk menjalankan layanan bus.
"Tempatnya lebih sering tutup daripada buka, tidak ada yang tinggal di sana, jadi itu adalah tempat yang sempurna untuk menjalankan layanan bus seperempat jam sehari dalam setahun," katanya, seperti dikutip BBC.