Kisah Pria Australia yang Dikira Ekstremis karena Tumbuhkan Janggut

Nathania Riris Michico
Amit Khaira sebelum dan sesudah eksperimen dengan penampilannya. (FOTO: doc. Amit Khaira)

"Saya hanya mencoba untuk membuatnya setenang mungkin, tapi mungkin orang itu mengalami luka di masa lalunya -saya tidak mengenalnya, jadi saya tak ingin langsung mengambil kesimpulan."

"Atau bisa juga rasisme."

Amit Khaira dalam baju tradisional kurta yang ia pakai saat menikah. (FOTO: ABC Radio Perth/Emma Wynne)

Khaira mengatakan, dia melakukan percobaan itu sebagai cara untuk memulai percakapan.

"Pertama kali saya melakukan eksperimen sosial sebenarnya pada 2013 dan saya adalah seorang pendeta di sekolah menengah," katanya.

"Selama tahun itu, beberapa kolega saya di sekolah saya akan mendatangi saya dan berkata: 'Kapan kamu akan menyingkirkan benda itu? Setiap kali saya melihatmu, saya merasa ada seorang ekstremis Muslim di sekolah ini'. Kolega saya mengatakan hal-hal seperti ini," lanjut Khaira.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
13 jam lalu

PM Albanese Pulang ke Australia usai Teken Traktat Keamanan Bersama

Nasional
1 hari lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
1 hari lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Nasional
1 hari lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal