Kisah Seorang Muslim Susah Payah Menangkan Kursi Parlemen di Myanmar

Anton Suhartono
Sithu Maung, anggota parlemen muslim Myanmar (Foto: AFP)

"Orang-orang bertepuk tangan kepada saya, meneriakkan nama saya dari apartemen mereka ketika saya lewat," katanya, kepada AFP, Selasa (10/11/2020).

Daerah pemilihan Maung di Yangon merupakan salah satu yang paling beragam secara etnis. Ada sekitar 30.000 penduduk yang hampir terbagi rata antara penganut Budha, Islam, serta minoritas Rakhine, China, dan India.

"Saya akan bekerja untuk orang-orang dari semua agama, terutama mereka yang didiskriminasi dan ditindas atau dirampas hak asasi manusia," tuturnya.

Maung harus menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kartu identitas berlabel etnis "darah campuran". Warga yang berstatus seperti itu harus rela mengalah dalam antrean di kantor-kantor pemerintah.

"Orang yang belum pernah mengalaminya, tidak akan bisa mengerti (kondisinya) seperti apa," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

1 bulan lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

1 bulan lalu

Polri Ungkap Jejak Buron Napi Narkoba yang Kabur dari Rutan: Lari ke Malaysia hingga Thailand

1 bulan lalu

Tampang Buron Napi Narkoba usai Kabur dari Rutan dan Ditangkap di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal