Kisah WNI di Venezuela saat Hiperinflasi: Rogoh 1,7 Miliar untuk Makan

Nathania Riris Michico
Mata uang baru di bagian atas dan mata uang lama. (Foto: doc. Tri Astuti)

Pemerintah Venezuela mengeluarkan mata uang kertas baru pada Senin (20/8), menyusul hiperinflasi. Ribuan toko tutup, Selasa (21/8), untuk penyesuaian mata uang baru itu.

Dengan mata uang baru ini, harga secangkir kopi yang sebelumnya 2,5 juta bolivar di Caracas pada Juli, kini menjadi 25 bolivar.

Namun, sejumlah warga di Caracas mengatakan kepada BBC, penarikan uang dibatasi hanya 10 bolivar pada Selasa (21/8).

Tri Astuti (kiri) bersama rekannya saat makan siang, yang sempat mencapai 65 juta bolivar. (Foto: doc. Tri Astuti)

Untuk menghindari membawa uang berkantung-kantung, semakin banyak warga Venezuela yang mentransfer uang untuk transaksi kecil sekalipun di tengah harga yang melejit.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Airlangga Ungkap Rencana RI Impor Minyak dari AS dan Venezuela

Nasional
7 hari lalu

Menko Airlangga Soroti Lonjakan Harga Minyak hingga Pangan Imbas Perang AS-Israel Vs Iran

Nasional
7 hari lalu

Inflasi RI di Februari 2026 Tembus 0,68%, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Emas Perhiasan

Nasional
18 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Nyaris Sentuh Rp16.900 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal