Kisah WNI di Venezuela saat Hiperinflasi: Rogoh 1,7 Miliar untuk Makan

Nathania Riris Michico
Mata uang baru di bagian atas dan mata uang lama. (Foto: doc. Tri Astuti)

CARACAS, iNews.id - Seorang warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela, yang sempat mengalami hiperinflasi, bercerita dirinya harus mengeluarkan uang 1,7 miliar bolivar atau sekitar Rp7 juta untuk makan di restoran.

Pelaksana fungsi ekonomi Kedutaan Indonesia di Caracas, Tri Astuti, mengatakan, acara makan bersama sekitar 20 orang dengan menu makan siang biasa terpaksa dibayar melalui transfer bank tambahan karena uang yang ada tidak cukup.

"Saat kami bayar harganya 1,7 miliar (bolivar) dan di akun kami hanya ada satu miliar, jadi oleh pihak restoran kami diberi nomor rekening agar bisa ditransfer. Jadi asas kepercayaan saja, karena internet banking sibuk, banyak orang yang transfer," ungkap Tri Astuti.

Acara makan siang warga Indonesia di Venezuela. (Foto: Tri Astuti)

Dia bercerita, acara itu digelar pada 14 Agustus lalu. Saat makan siang, mereka dihidangkan menu kentang, kerang, ikan, dan ayam.

Harga menu tersebut biasanya sekitar 500 juta pada awal tahun dengan jumlah orang yang sama.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

Airlangga Ungkap Rencana RI Impor Minyak dari AS dan Venezuela

Nasional
7 hari lalu

Menko Airlangga Soroti Lonjakan Harga Minyak hingga Pangan Imbas Perang AS-Israel Vs Iran

Nasional
7 hari lalu

Inflasi RI di Februari 2026 Tembus 0,68%, Dipicu Harga Daging Ayam hingga Emas Perhiasan

Nasional
18 hari lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah Nyaris Sentuh Rp16.900 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal