Khatib Masjidil Haram tersebut menegaskan serangan terhadap tanah Dua Masjid Suci tidak akan membuat Arab Saudi menjadi lemah. Sebaliknya, dia mengatakan serangan tersebut justru dapat memperkuat persatuan antara pemimpin dan rakyat.
"Serangan-serangan ini hanya akan membuat tanah Dua Masjid Suci lebih tangguh serta semakin memperkuat persatuan pemimpin dengan rakyat," katanya.
Sebelumnya, sistem pertahanan Arab Saudi mencegat serangan drone Houthi pada Selasa (15/9/2026) sekitar pukul 18.50 waktu setempat. Puing-puing drone dilaporkan jatuh sebelum memasuki Kota Makkah.
Percobaan serangan tersebut disebut sebagai upaya kedua terhadap Kota Makkah. Sebelumnya, sebuah rudal balistik diluncurkan ke arah Kota Suci pada Juli 2017.
Houthi membantah militernya berupaya menyerang Makkah. Pemimpin Houthi Abdul Malik Al Houthi justru menuding Israel sebagai ancaman nyata terhadap tempat-tempat suci Islam, termasuk Makkah, Madinah, dan Masjid Al Aqsa.
Sementara itu, dalam khutbah di Masjid Nabawi, Syekh Abdulmohsen Al Qasim juga mengecam serangan yang menargetkan Makkah dan Madinah. Dia mengatakan tindakan tersebut menunjukkan pola terorisme dengan menakut-nakuti umat Islam yang hidup dalam keamanan.