JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia kembali menembus angka 100 dolar AS per barel seiring memanasnya konflik di Timur Tengah. Hal ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Melansir BBC, minyak mentah jenis Brent, yang menjadi acuan harga minyak dunia, melonjak lebih dari 6 persen pada Kamis (23/7/2026) usai meningkat selama beberapa hari berturut-turut. Lonjakan tersebut terjadi ketika Amerika Serikat (AS) meningkatkan serangan militernya terhadap Iran.
Kenaikan harga semakin tajam setelah kelompok Houthi di Yaman menyerang kapal-kapal tanker minyak di Laut Merah. Serangan ini mengancam jalur ekspor utama yang selama ini digunakan Arab Saudi untuk menghindari Selat Hormuz.
Selain itu, harga gas juga terus meningkat dalam sebulan terakhir. Harga acuan gas di Inggris saat ini berada di kisaran 150 pence per therm, naik dari sekitar 98 pence per therm pada akhir Juni.
Sebelumnya, harga minyak mentah sempat turun setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara.