JAKARTA, iNews.id - Harga minyak dunia berpotensi kembali menembus 100 dolar AS per barel seiring memanasnya perang Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hal ini didorong meningkatnya kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan minyak global usai Presiden AS Donald Trump mengancam akan membombardir infrastruktur Iran.
Sepanjang bulan ini, harga minyak telah melonjak lebih dari 20 persen seiring meningkatnya eskalasi konflik antara AS dan Iran.
Bahkan, harga Brent sempat menyentuh di atas 97 dolar AS per barel, level tertinggi dalam lebih dari enam pekan. Angka ini semakin mendekati ambang 100 dolar AS per barel.
Sejumlah analis menilai harga minyak berpotensi kembali menembus 100 dolar AS per barel apabila konflik di Timur Tengah terus meningkat dan mengganggu pasokan minyak global, terutama melalui Selat Hormuz.
Analis Pasar Senior Phillip Nova, Priyanka Sachdeva mengatakan, pasar masih dibayangi risiko gangguan pasokan minyak.