Dia menduga penolakan itu bukan datang dari ratu atau pangeran, namun kementerian luar negeri.
"Saya tak tahu mengapa mereka berubah pikiran. Mungkin ini sudah saatnya," ujarnya.
Kunjungan resmi dari keluarga kerajaan memang atas permintaan pemerintah Inggris, namun Istana Kensington enggan menjelaskan lebih detail mengenai perjalanan bersejarah ini.
Istana hanya menggarisbawahi, kunjungan William tidak berkaitan dengan politik sebagaimana perjalanannya ke negara lain.
Meski demikian motif politik tak bisa dilepaskan dari kunjungan pria berusia 36 tahun itu. Terlebih, dalam jadwal resmi kunjungan disebutkan, "daerah pendudukan Palestina". Penggunaan istilah itu memicu kemarahan politisi sayap kanan Israel.