MANDALAY, iNews.id - Korban gempa Myanmar kekurangan makanan, air, hingga tempat berlindung setelah gempa dahsyat bermagnitudo 7,7 mengguncang negara tersebut pada Jumat lalu dan telah menewaskan lebih dari 2.700 orang. Perang saudara dapat mencegah bantuan bagi mereka yang membutuhkan.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut, korban gempa di wilayah yang paling parah terdampak berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka, seperti akses ke air bersih dan sanitasi.
Sementara itu, Komite Penyelamatan Internasional (IRC) menyebut, tempat berlindung, makanan, air, dan bantuan medis dibutuhkan di tempat-tempat seperti Mandalay, wilayah episentrum gempa.
"Setelah mengalami teror gempa bumi, orang-orang sekarang takut akan gempa susulan dan tidur di luar di jalan atau di lapangan terbuka," ucap seorang pekerja IRC di Mandalay melansir CNBC International, Rabu (2/4/2025).
Perang saudara di Myanmar telah mempersulit upaya untuk menjangkau korban yang terluka dan kehilangan tempat tinggal akibat gempa terbesar di negara Asia Tenggara itu dalam satu abad.