Korban Tewas Demonstrasi Myanmar Tembus 500 Orang, Militer Gunakan Senjata Kaliber Besar

Anton Suhartono
Korban tewas dalam demonstrasi anti-kudeta Myanmar menembus 500 orang (Foto: Reuters)

Seorang warga Dagon Selatan mengatakan suara tembakan masih terdengar hingga malam, menambah kekhawatiran jatuhnya lebih banyak korban.

Dalam unjuk rasa hari ini, demonstran menggunakan taktik baru yakni mempertegas kampanye pembangkangan sipil dengan meminta warga membuang sampah ke persimpangan jalan utama.

"Aksi membuang sampah ini untuk menentang junta," demikian bunyi poster di media sosial, dikutip dari Reuters.

Langkah itu bertentangan dengan panggilan yang disampaikan melalui pengeras suara di beberapa daerah Yangon yang mendesak warga membuang sampah dengan benar.

Sementara itu salah satu kelompok demonstran, Komite Mogok Umum Nasional, mengirim surat terbuka kepada beberapa pasukan etnis minoritas untuk meminta bantuan melawan junta militer.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 hari lalu

TNI Ungkap Masih Ada Warga Disandera KKB di Papua, Operasi Pengejaran Diperketat

10 hari lalu

Dari Medan Perang ke Pasar Gelap, Senjata Israel Dicuri Jatuh ke Geng Kriminal

27 hari lalu

David Pajung Duga Ada Upaya Pecah Belah di Balik Kericuhan 27 Agustus

28 hari lalu

Terungkap, Encek si Napi Narkoba Masih Sempat Kirim Sabu ke Indonesia saat Buron

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal