Korban Tewas Demonstrasi Myanmar Tembus 500 Orang, Militer Gunakan Senjata Kaliber Besar

Anton Suhartono
Korban tewas dalam demonstrasi anti-kudeta Myanmar menembus 500 orang (Foto: Reuters)

Dalam unjuk rasa hari ini, demonstran menggunakan taktik baru yakni mempertegas kampanye pembangkangan sipil dengan meminta warga membuang sampah ke persimpangan jalan utama.

"Aksi membuang sampah ini untuk menentang junta," demikian bunyi poster di media sosial, dikutip dari Reuters.

Langkah itu bertentangan dengan panggilan yang disampaikan melalui pengeras suara di beberapa daerah Yangon yang mendesak warga membuang sampah dengan benar.

Sementara itu salah satu kelompok demonstran, Komite Mogok Umum Nasional, mengirim surat terbuka kepada beberapa pasukan etnis minoritas untuk meminta bantuan melawan junta militer.

Sebagai respons, tiga kelompok etnis, yakni Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar, Tentara Arakan, dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang, mengeluarkan pernyataan bersama mendesak militer untuk berhenti membunuh pengunjuk rasa dan menyelesaikan masalah politik dengan damai.

Jika tidak dipenuhi, mereka akan bekerja sama dengan semua anak bangsa melakukan demi mempertahankan diri.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 bulan lalu

Pemimpin Iran Khamenei Sebut Demo Rusuh Upaya Kudeta

Destinasi
1 bulan lalu

Viral Film Lisa BLACKPINK Terciduk Ubah Tangerang Jadi Myanmar, Netizen Murka!

Nasional
1 bulan lalu

Kemlu Kembali Pulangkan 91 WNI Korban Online Scam dari Myanmar, Total 291 Orang

Internasional
2 bulan lalu

Junta Militer Myanmar Gelar Pemilu Tahap Kedua di Tengah Perang Saudara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal